Makassar, Respublica— Ketua PKS Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menegaskan bahwa Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) harus menjadi wadah strategis dalam menyiapkan generasi dai muda yang mampu menjawab tantangan zaman.
Penegasan tersebut disampaikannya setelah kembali diamanahkan sebagai Ketua Pengurus Wilayah HDMI Provinsi Sulawesi Selatan untuk periode 2026–2030.

“Keberadaan Himpunan Dai Muda Indonesia harus memberi semangat baru dalam melahirkan dai-dai muda yang siap berkontribusi nyata di tengah umat,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (1/2/2026).
Menurut Andi Hadi, perubahan sosial yang berlangsung cepat menuntut kehadiran dai yang tidak hanya memahami ajaran agama secara tekstual, tetapi juga mampu membaca realitas umat secara kontekstual.
“Regenerasi dai tidak bisa ditunda, karena umat membutuhkan pencerahan di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks,” kata Anggota DPRD Kota Makassar itu.
Ia menilai, peran dai sangat krusial dalam menjaga dan menghidupkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Karena itu, kebutuhan akan dai muda yang memiliki kecerdasan intelektual, kedalaman ilmu, dan akhlak mulia menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
“Kita tidak bisa membiarkan umat berjalan masing-masing tanpa ada yang berperan mencerahkan dan membentengi akidahnya. Kebutuhan akan dai muda yang cerdas, berilmu, dan berakhlak mulia adalah keharusan mutlak,” tegasnya.
Andi Hadi juga mengajak para dai muda di Sulawesi Selatan untuk bergabung dan berkhidmat bersama HDMI. Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dalam menjalankan misi dakwah hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
“Insya Allah saya mengajak seluruh dai muda Sulawesi Selatan untuk bergabung hingga tingkat kabupaten dan kota agar semakin banyak generasi muda yang menjadi dai sesuai bidang keilmuan dan profesinya,” ucapnya.
Dalam periode kepemimpinan 2026–2030, HDMI Sulsel akan memfokuskan program pada penguatan kaderisasi, pengembangan dakwah digital, dakwah kemanusiaan, serta pemerataan layanan keumatan hingga wilayah terpencil, sejalan dengan program unggulan HDMI 2026–2030.
Arah kebijakan ini diharapkan mampu melahirkan dai yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Dakwah hari ini tidak cukup hanya disampaikan dari mimbar ke mimbar, tetapi juga harus hadir di ruang digital dan menyentuh persoalan kemanusiaan,” ujar Andi Hadi menegaskan arah gerakan HDMI ke depan.
Pelantikan Pengurus Wilayah HDMI Sulsel berlangsung bersamaan dengan rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HDMI 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Dewan Pembina PP HDMI Habib Idrus, Dewan Penasihat Habib Salim Al Jufri, Ketua DPP BKPRMI Nanang Mubarok, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang Auliya Khasanova, serta tamu undangan lainnya.
Seluruh agenda nasional HDMI dijadwalkan ditutup oleh Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah.
Sebagai informasi, pelantikan dilaksanakan di Aula Universitas Muhammadiyah Tangerang pada Sabtu (31/1), bersamaan dengan pelantikan seluruh pengurus wilayah HDMI se-Indonesia.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat HDMI, Dr. Derysmono, berdasarkan Surat Keputusan PP HDMI Nomor 009/D/SK-HDMI/PP/I/2026.
Dalam struktur kepengurusan PW HDMI Sulsel periode 2026–2030, Andi Hadi didampingi Fahmi Syam sebagai Wakil Ketua, Wahyu Ajie sebagai Sekretaris, serta Salman Qadama Shidqin sebagai Bendahara.
Comment